Minggu, 05 April 2015

Google Rilis Android for Work

KOMPAS.com - Setelah diperkenalkan pertama kalinya pada ajang I/O tahun lalu, layanan Android for Work akhirnya diperkenalkan secara resmi oleh Google. Layanan ini dikatakan bakal membantu kalangan bisnis untuk mengelola perangkat berbasis Android.

Pada umumnya, seperti KompasTekno kutip dari The Verge, Kamis (26/2/2015), Android for Work bertujuan untuk mempermudah perusahaan memberikan perangkat berbasis Android bagi para karyawannya dan membuat perangkat tersebut semakin aman.

Android for Work tersediri hadir dengan beberapa fitur. Salah satunya dinamakan Work Profiles. Dalam mode ini, semua data dan aplikasi dalam ponsel bisa dikelompokkan dalam dua profil sekaligus, yaitu personal dan bisnis.

Nantinya, admin TI dapat mengelola data dan aplikasi yang dikelompokkan dalam profil bisnis di ponsel karyawan. Namun, admin TI tidak berhak untuk mengakses data dan aplikasi yang dikelompokkan dalam profil personal, termasuk foto, video, game, dan berbagai data pribadi lainnya.
Google Android for Work

Semua aplikasi yang masuk ke profil bisnis nantinya akan ditandai dengan sebuah icon dengan lambang koper, sebuah benda yang banyak digunakan untuk bekerja.

Selain itu, ada juga sebuah fitur yang dinamakan Google Play for Work. Pada fitur ini, admin TI bisa mengatur aplikasi apa saja yang dapat diunduh dan digunakan oleh karyawan.

Google juga menyediakan berbagai aplikasi untuk urusan produktivitas karyawan. Ada aplikasi e-mail, kontak, dan kalender bagi perusahaan yang selama ini tidak menggunakan aplikasi dari Google. 

Untuk menghadirkan layanan Android for Work ini, Google bekerjasama dengan banyak perusahaan. Beberapa di antaranya adalah Samsung, HTC, Motorola, Adobe, Box, Salesforce, Cisco, Citrix, BlackBerry, dan banyak lagi.
Read More

Cara Menghapus Malware "Superfish" di Laptop Lenovo

KOMPAS.com - Malware Superfish serta sertifikat keamanannya yang sudah terpasang prainstal pada laptop Lenovo disebutkan dapat dibuang dari sistem. Podusen gadget asal Tiongkok itu menyebutkan bahwa adware Superfish bisa dengan mudah dihapus.

Superfish yang ditemukan seorang peneliti keamanan di Lenovo Yoga 2 Pro yang baru dibelinya ternyata memiliki kemampuan membongkar enkripsi web komputer tersebut dan membuatnya rentan terhadap serangan cyber. Selain itu, adware ini juga bisa menyuntikkan iklan-iklan tak diinginkan ketika pengguna komputer membuka situs apapun. 

Selain menyarankan untuk menghapus aplikasi Superfish secara manual, Lenovo, dalam keterangan resmi yang diunggah, Kamis (19/2/2015), juga mempersilahkan pengguna menghapus sertifikat keamanannya.

Berikut ini, KompasTekno rangkum cara untuk menghapus aplikasi jahat Superfish:

1. Pada menu Control Panel carilah opsi "Remove programs" serta pilihlah opsi "Add or remove programs". Bila menggunakan Windows 8, cukup tekan logo Windows dan huruf S untuk membuka opsi pencarian dan ketik "Remove programs".

2. Setelah window setting tersebut terbuka, akan terlihat daftar aplikasi-aplikasi yang sudah di-install. Carilah aplikasi bernama "Superfish Inc. Visual Discovery"

3. Aplikasi tersebut hanya akan ditemukan bila memang terpasang dalam komputer Anda. Bila menemukannya, maka pilih opsi Uninstall dan proses akan berjalan hingga aplikasi tersebut otomatis dihapus dari daftar.
Lenovo
Aplikasi Superfish yang terdapat dalam daftar aplikasi dapat dihapus secara manual
Tahap selanjutnya, adalah menghapus sertifikat keamanan Superfish dari dalam komputer. Jika Anda tidak menemukan keberadaan aplikasi Superfish, sebaiknya tetap memeriksa sertifikat ini dan menghapusnya. Berikut ini cara untuk menghapus sertifikat Superfish:

1. Bukalah Control Panel dan ketik kata kunci "Certificates" pada kolom pencarian. Pilihlah opsi "Manage computer certificates" yang muncul.

Bila menggunakan Windows 8, tekanlah logo Windows dan huruf S untuk membuka opsi pencarian. Masukan kata kunci tersebut dan pilihlah "Manage computer certificates".

2. Jika Windows bertanya, "Apakah Anda ingin mengizinkan aplikasi tersebut untuk membuat perubahan pada komputer?" Pilihlah jawaban "Yes".

3. Setelah itu akan muncul daftar sertifikat-sertifikat yang tersimpan di dalam komputer. Pada panel yang ada di sisi kiri, pilihlah "Trusted Root Certification Authorities" kemudian pilih "Certificates".

Lenovo
Setelah uninstall Superfish, jangan lupa untuk mengecek bagian sertifikat komputer.
4. Pada panel yang terbuka di sisi kanan, carilah item bernama "Superfish, Inc." Klik kanan lalu pilih opsi "delete". Ketika Windows meminta konfirmasi untuk penghapusan tersebut, pilih opsi "Yes".

5. Selesai melakukan hal tersebut, restart komputer Anda. Bila tidak menemukan sertifikat bernama Superfish, berarti sertifikat tersebut memang tidak terpasang.

Langkah-langkah di atas wajib dilakukan oleh pemilik perangkat Lenovo yang terjangkit "Superfish". Berikut daftar perangkat yang kemungkinan besar dijual dalam keadaan memiliki malware Superfish:

G Series: G410, G510, G710, G40-70, G50-70, G40-30, G50-30, G40-45, G50-45
U Series: U330P, U430P, U330Touch, U430Touch, U530Touch
Y Series: Y430P, Y40-70, Y50-70
Z Series: Z40-75, Z50-75, Z40-70, Z50-70
S Series: S310, S410, S40-70, S415, S415Touch, S20-30, S20-30Touch
Flex Series: Flex2 14D, Flex2 15D, Flex2 14, Flex2 15, Flex2 14(BTM), Flex2 15(BTM), Flex 10
MIIX Series: MIIX2-8, MIIX2-10, MIIX2-11
YOGA Series: YOGA2Pro-13, YOGA2-13, YOGA2-11BTM, YOGA2-11HSW
E Series: E10-30
Read More

Samsung Rilis Duo Printer Berbasis Android

BANGKOK, KOMPAS.com - Setelah sukses di bisnis smartphone, Samsung terus berupaya  untuk menjadi nomor satu di bisnis perangkat lain, salah satunya perangkat printer. Raksasa elektronik asal Korea Selatan itu pun kembali meluncurkan dua printer laser warna baru berbasis Android, di Bangkok, Thailand, Rabu (11/2/2015).

Acara peluncuran ini merupakan bagian dari Samsung Forum yang berlangsung pada 9 hingga 13 Februari mendatang. Samsung Forum merupakan ajang tahunan untuk media dan rekan bisnis Samsung yang mencakup wilayah Asia Tenggara dan juga Oseania.

Dua tipe printer terbaru yang diperkenalkan tahun ini adalah SL-M5370LX dan SL-M4370LX. Kedua printer tersebut merupakan printer pertama Samsung yang menggunakan teknologi android. 

"Teknologi ini dapat membuat printer dengan mudah memiliki konektivitas dengansmartphone atau tablet yang berbasis Android. Jadi, aktivitas percetakan dari mana saja, tidak terbatas jarak, melalui smartphone dan tablet," ungkap Achmad Kursani, Product Marketing Manajer Printing Solution Enterprise Bussines Samsung Indonesia. 

Seperti pada tipe-tipe sebelumnya, Samsung tetap menggunakan teknologi NFC. Teknologi tersebut memudahkan pencetakan hanya dengan mendekatkan ponsel Android ke sensor NFC printer.


Samsung printer SL-M5370LX
Bagi pengguna yang tidak memiliki ponsel ber-NFC juga dapat menggunakan printer SL-M5370LX dan SL-M4370LX dengan menggunakan Samsung Cloud Print. Dengan layanan tersebut, pengguna tetap dapat mencetak dokumen melalui internet melalui kabel jaringan yang ada di kedua printer.

SL-M5370LX dan SL-M4370LX dilengkapi prosesor dual-core berkecepatan 1 GHz dan teknologi ReCP (Rendering engine for Clean Page) serta kapasitas memori standar 4 GB (2 GB untuk pengguna Android). Dengan hardware tersebut, hasil cetak kedua printer itu diklaim menjadi lebih bersih dan tampak lebih tajam.

Achmad mengungkapkan bahwa kedua printer tersebut rencananya akan diluncurkan di Indonesia pada 24 Februari mendatang. Namun, ketika ditanya perihal detail harga, ia hanya menuturkan, "Belum bisa disebut sekarang dan yang pasti harganya sangat kompetitif baik dari segi printer maupun biaya cetak."
Read More

Bos Google Indonesia Dipastikan Mundur

KOMPAS.com — Menyusul informasi yang beredar sebelumnya, Country Director Google Indonesia Rudy Ramawy membenarkan kabar bahwa ia akan undur diri dari jabatannya tersebut.

"Benar, saya mengundurkan diri efektif bulan Maret nanti," ujar Rudy melalui pesan singkat yang diterima KompasTekno, Selasa (3/2/2015).

Belum ada informasi mengenai siapa yang akan meneruskan posisi Rudy.

Pihak Google diketahui sedang mencari pengganti Rudy dengan menayangkan lowongan kerja untuk posisi Country Director Google Indonesia.

Rudy Ramawy menjabat sebagai Kepala Google di Indonesia selama tiga tahun, terhitung sejak Januari 2012. Ia berkantor di markas Google Indonesia di lantai 28 Gedung Sentral Senayan II, bilangan Senayan, Jakarta.

Sebelum bergabung dengan Google, pada 2005, Rudy pernah bergabung dengan Nantrindo Telepon Seluler (operator seluler Axis) sebagai Direktur dan Chief Marketing Officer dan Direktur Programming dan Production di stasiun televisi RCTI.

Belum ada pernyataan resmi dari Google Indonesia mengenai pengunduran diri Rudy. Upaya untuk menghubungi pihak Google Indonesia telah dilakukan, tetapi belum mendapatkan balasan.

Update:
Berikut pernyataan resmi dari Google yang diterima KompasTekno, Selasa (3/2/2015), "Setelah tiga tahun memimpin bisnis kami di Indonesia, Rudy Ramawy memutuskan mengundurkan diri dari Google untuk mengejar berbagai peluang baru. Kami sangat berterima kasih atas kontribusi yang telah begitu banyak beliau berikan untuk Google Indonesia, termasuk peluncuran YouTube.co.id dan kantor baru kami pada tahun 2012. Kami terus mempertahankan komitmen kami untuk Indonesia dan pasar yang tetap menjadi prioritas utama bagi Google."
Reska K. Nistanto/KOMPAS.com
Rudy Ramawy, Country Director Google Indonesia (kiri), Andrew McGlinchey, Product Manager SEA Google APAC saat peluncuran Google Street View Indonesia di Jakarta, Kamis (21/8/2014).
Read More

Kenapa Snowden “Alergi” iPhone?

KOMPAS.com - Nama Edward Snowden melegenda sebagai kontraktor National Security Agency (NSA) yang membocorkan ribuan dokumen rahasia milik dinas spion AS tersebut.

Dengan aneka trik mata-mata uang diketahuinya, Snowden  yang kini tinggal di Rusia itu kemudian menjadi “alergi” terhadap ponsel iPhone besutan Apple, sebuah perusahaan Amerika.

“Edward tak pernah memakai iPhone, dia menggunakan ponsel yang lebih sederhana,” kata pengacara Snowden, Anatoly Kucherena, sebagaimana dikutip KompasTekno dariThe Inquirer, Kamis (28/1/2015).

“iPhone punya software khusus yang bisa aktif sendiri tanpa campur tangan pengguna, lalu mengumpulkan informasi mengenai dia (Snowden),” lanjut Kucherena.

Tak dijelaskan “software khusus” seperti apa yang dimaksud. Boleh jadi Snowden berpikir bahwa para intel AS berhasil menyusupkan program mata-mata dalam sistem operasi milik Apple, atau malah bekerjasama dengan pabrikan gadget tersebut.

Apple sendiri pernah dituding terlibat dalam proyek PRISM milik NSA, di mana badan spion itu melacak informasi dari berbagai jalur komunikasi modern, termasuk via smartphone. 

Sistem operasi iPhone juga diduga mengandung spyware yang memata-matai pengguna. 

CEO Apple Tim Cook segera membantah kedua tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa pihaknya tak terlibat dalam kerjasama spionase dengan NSA.
Read More

Sabtu, 04 April 2015

Laptop Lenovo Yoga 3 Pro Dibanderol Rp 18 Juta

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah resmi dirilis menjelang akhir tahun 2014, Lenovo akhirnya membawa laptop convertible terbarunya, Yoga 3 Pro, ke Indonesia, Kamis (22/1/2015).

Produk tersebut dapat dikatakan sebagai laptop "lipat" karena layar monitor bisa diputar hingga membuat perangkat tersebut dapat difungsikan sebagai tablet.

"Bahkan bisa dilipat hingga 360 derajat," ujar Hero Chandra, Product Manager for Consumer Notebook Lenovo Indonesia dalam acara perilisan perangkat tersebut di Jakarta.

Kompas.com/Deliusno
Tentunya, perangkat ini bisa diatur seperti perangkat laptop pada umumnya
Menurut Hero, salah satu kelebihan Yoga 3 Pro ketimbang seri Yoga sebelumnya terletak di bagian engselnya. Laptop berbasis Windows 8.1 ini dikatakan memiliki engsel yang lebih baik ketimbang Yoga generasi sebelumnya. 

Engsel yang dinamakan watchband oleh Lenovo tersebut menggunakan 800 keping baja dan aluminium. Jumlah titik fokus yang terdapat di engsel tersebut pun ditambah, dari dua menjadi enam buah.

Dengan penggunaan bahan tersebut, engsel tersebut dapat membuat layar lebih fleksibel untuk dilipat. Ia juga dikatakan lebih kuat dan tidak mudah aus, jika perangkat tersebut sering dilipat.

"Jangan khawatir untuk fleksibilitas lebih kuat dan material lebih baik, konstruksinya juga lebih kuat," kata Hero.

Kompas.com/Deliusno
Engsel seri ini diklaim lebih kuat dibandingkan seri sebelumnya
Yoga 3 Pro sendiri hadir dengan spesifikasi yang cukup mumpuni. Produk ini dilengkapi layar IPS 13 inci dengan dukungan resolusi QHD 3.200 x 1.800 piksel.

Selain itu, produk tersebut dilengkapi prosesor Intel Core M-5Y70 2,6 GHz, GPU Intel HD Graphics 5300, RAM 8 GB, dan SSD 256 GB. Dari segi baterai, perangkat ini dilengkapi baterai Li-Polymer 44 WHr.

"Baterai ini bisa menghidupkan perangkat hingga 9 jam," ungkap Hero.

Lenovo Yoga 3 Pro sudah beredar dan dijual di pasar Indonesia. Harga yang dibanderol cukup tinggi, yakni Rp 18 juta. 

Meski memiliki harga yang tinggi, pihak Lenovo tetap yakin perangkat tersebut dapat diterima dengan baik di pasar Indonesia.

"Buktinya, pada masa pre-order lalu, ada sekitar 550 orang yang memesan produk ini. Jumlah tersebut lebih tinggi dari jumlah stok awal kami, yaitu 200 unit," pungkas Hero.
Read More

Ini Solusi Pandi untuk BMW dan Benny

KOMPAS.com - Sudah delapan bulan Benny Muliawan resmi jadi pemilik bmw.id. Kemudian datang surat yang mengejutkan. Bayerische Motoren Werke AG (BMW), melalui kuasa hukumnya Suryomucito, mengirimkan surat somasi karena nama domain tersebut dianggap melanggar hak cipta.

Ketua Pengelola Nama Domain Indonesia (Pandi) Bidang Sosialisasi dan Komunikasi, Sigit Widodo berpendapat konflik itu wajar saja. Solusinya adalah merujuk pada aturan yang dibuat pengelola nama domain atau membawanya ke ranah hukum.

Pengelola nama domain di tingkat global maupun negara biasanya telah menyiapkan mekanisme Uniform Dispute Resolution Policy (UDRP). Di Indonesia, Pandi sendiri telah menyiapkan mekanisme Penyelesaian Perselisihan Nama Domain (PPND) sebagai pelerai pihak yang berselisih.

"Untuk domain apapun.id, ini kasus pertama. Untuk penyelesaiannya, pertama Pandi bersedia membantu melakukan mediasi. Jika mediasi gagal, kami akan menawarkan untuk menggunakan prosedur PPND," ujar Sigit kepada KompasTekno, Rabu (14/1/2014).

Dalam prosedur ini, para pihak terkait akan menunjuk panelis PPND. Panelis tersebut ditunjuk oleh sekretariat PPND berdasarkan keahlian dan profesionalisme yang dimilikinya. Merekalah yang menentukan siapa yang berhak menggunakan domain bmw.id.

Cara lain adalah dengan mengajukan tuntutan hukum ke pengadilan. "Namun jika menggunakan prosedur hukum waktunya bisa sangat lama," imbuh Sigit.

Dia mencontohkan pada kasus yang mirip. Ebay internasional pernah menggugat CV Ebay Indonesia yang menggunakan domain ebay.co.id. Kasus ini berakhir dengan kemenangan Ebay internasional di pengadilan tingkat pertama. Namun kemenangan itu diraih setelah 2-3 tahun.

Benny Muliawan sendiri menolak untuk memenuhi somasi BMW. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai direktur perusahaan konsultan merek BNL Patent itu tidak memiliki niat mendompleng nama BMW. "Nama bmw sebagai kepanjangan nama saya, Benny Muliawan. Pengakses website juga tidak pernah menanyakan produk-produk mobil,"terang Benny.

Situs tersebut, ujarnya, digunakan untuk kepentingan pribadi dan pekerjaannya sebagai konsultan HAKI. Ketika KompasTekno mengakses bmw.id, Rabu (14/1/2015) pukul 1.03 WIB, tak tampak ada tanda-tanda penggunaan. Hanya halaman polos tanpa tema dan tulisan Index of/ cgi-bin/ saja yang tampak.
Read More