Selasa, 31 Maret 2015

BlackBerry Melorot hingga di Bawah 1 Persen

KOMPAS.com - Laporan firma riset pasar Strategy Analytics untuk kuartal kedua 2014 mengungkapkan bahwa platform BlackBerry mengalami penurunan pangsa pasar global hingga menjadi kurang dari 1 persen.

Platform milik pabrikan ponsel asal Kanada tersebut kini hanya menguasai market sharesebesar 0,6 persen di seluruh dunia, turun dari angka 2,4 persen pada kuartal yang sama tahun lalu.

"Pangsa pasar BlackBerry turun dari (dua) persen ke (satu) persen selama satu tahun terakhir karena lini perangkat BlackBerry 10 kurang diminati," ujar Direktur Strategy Analytics Woody Oh yang dikutip oleh The Inquirer.

Strategy Analytics mencatat bahwa angka pengapalan smartphone global mengalami pertumbuhan sebesar 27 persen, yakni dari 233 juta unit pada kuartal kedua 2013 menjadi 295,2 juta unit pada kuartal kedua 2014.

Namun, agaknya tak banyak pembeli yang memilih ponsel buatan BlackBerry. Pengapalan smartphone perusahaan  itu pada kuartal kedua 2013 tercatat sebesar 5,7 juta unit, namun angka itu menciut menjadi hanya 1,9 juta unit pada kuartal kedua 2014.

Selain BlackBerry, perangkat iOS juga mengalami penurunan pangsa pasar dari 13,4 persen menjadi 11,9 persen dalam kurun waktu yang sama.

Sementara itu, platform Android menjadi semakin dominan dengan kenaikan pangsa pasar dari 80,2 persen pada kuartal kedua 2013 menjadi hampir 85 persen pada kuartal kedua 2014.
Read More

Google Buka Kursus "Online" Bikin Aplikasi Android

KOMPAS.com — Sistem operasi Android yang bersifat terbuka (open source) memungkinkan banyak pengembang membuat berbagai aplikasi. Namun, terkadang, mereka tidak tahu harus memulai dari mana. Google coba memberi solusi atas masalah itu dengan membuka kelas online untuk membuat aplikasi Android.

Bekerja sama dengan Udacity, organisasi yang menyediakan akses belajar melalui internet untuk siapa saja, Google membuat kursus "Developing Android Apps: Android Fundamentals".

Program tersebut ditujukan untuk pengembang yang tertarik dengan Android tetapi belum memiliki pengalaman seperti apa membuat aplikasi dalam sistem operasi itu. Dalam kursus tersebut, peserta akan mendapatkan pelatihan langsung dari Google Developer Advocate.

Selain diajarkan bagaimana cara membuat aplikasi Android, peserta juga akan mendapatkan pelatihan pengembangan aplikasi mobile secara umum serta pengembangan Android secara khusus.

Materi kursus yang bisa diakses secara online di situs Udacity tersebut berupa video, kuis, dan forum. Google juga menyertakan dokumen-dokumen pembelajaran, contoh aplikasi, serta video tutorial.

Dikutip dari The Next Web, biaya yang dipatok Google untuk kursus online ini adalah 150 dollar AS per bulan. Sebagai percobaan, peserta akan mendapatkan kursus gratis selama dua pekan.
Read More

Baterai Android L Lebih Hemat 36 Persen

KOMPAS.com - Google telah memperkenalkan Project Volta sebagai bagian dari Android L. Project Volta adalah usaha Google untuk memperpanjang umur baterai milik smartphone Android. Benarkah Android L akan memiliki umur baterai yang lebih lama?

(Tentang Project Volta, simak artikel: Cara Google Bikin Android Hemat Baterai)
Situs Ars Technica pada Kamis (3/7/2014) mengatakan telah melakukan pengujian awal terhadap perangkat Nexus 5 yang menjalankan Andorid L versi Developer Preview. Dalam tes tersebut, ternyata Android L memiliki umur baterai 36 persen lebih lama.

Pengujian tersebut dilakukan dengan membandingkan perangkat yang sama, Nexus 5, namun menjalankan sistem operasi berbeda, yaitu Android 4.4 Kitkat dan Android L.

Daya baterai Nexus 5 diisi penuh sebelum diuji. Setelah itu dilakukan uji browsing web dengan standar yang sama, yaitu dengan pengaturan kecerahan 200 nits. Hasilnya, baterai Nexus 5 dengan Android 4.4 KitKat mampu bertahan selama 6 jam 45 menit.

Setelah melakukan pengujian dengan Andorid KitKat. Nexus 5 yang sama kemudian dipasangi OS Android L Developer Preview. Perangkat ini kemudian menjalani pengujian yang sama.

Ternyata, Nexus 5 dengan Android L bisa bertahan lebih lama dengan mencatatkan waktu browsing web selama hampir 8 jam.
Ars Technica Grafik perbandingan hasil Uji baterai Nexus 5 saat menjalankan OS Android 4.4 Kitkat dan Android L.
Project Volta dalam Android L bekerja dengan metode Lazy First, aplikasi yang mengganggu waktu standby smartphone akan ditunda eksekusinya dan baru dijalankan saat benar-benar dibutuhkan.

Google juga telah menyediakan API khusus untuk para pengembang yang berguna untuk mengoptimalkan aplikasi mereka. API tersebut diberi nama JobScheduller.

Selain itu, Android L juga dilengkapi Google dengan fitur Battery Saver, fitur yang menurunkan performa dan memutus data yang berjalan di background serta menurunkan kecerahan layar saat daya baterai hanya tersisa 15 persen.

Selain dari sisi sistem operasi, penghematan baterai smartphone Android juga akan lebih optimal jika didukung oleh aplikasi itu sendiri. Untuk itu Google juga telah merilis API JobScheduller yang bisa digunakan pengembang aplikasi agar bisa menunda beberapa tugas tertentu.
Read More